Ozoneaudio’s Weblog











{Maret 6, 2008}   TERIMA KASIH PEREMPUANKU

Kepada para wanita dengarkanlah aku, saudara laki-lakimu

Yang selalu berdiri di pinggir perbatasan

Siang dan malam

Sungguh tak pernah aku temukan perempuan yang tertawa dengan keras

Terkecuali dia menangis bersamaku

Di sini, di tepi jalan ini

Sambil menyumpah serapah, Dasar laki-laki, kau telanjangi aku

Agar kau puas menjinahi aku

Agar kau puas menatoku dengan gambar bibir dan tangan

Mata dan kondom

Bah…!

Cacian dech loch…!, demikian ejek laki-laki yang melihat perempuan itu menangis di sisiku

Bukankah kamu yang membuka rambutmu untuk aku belai

Bukankah kamu yang menyodorkan payudaramu untuk kusentuh

Bukankah kamu yang menelentangkan tubuhmu untuk aku jinahi

Bukankah kamu yang membuka auratmu untukku

Bukankah kamu sendiri…

Bah…!

Cacian dech loch..!, demikian ejek laki-laki yang melihat perempuan itu menangis di sisiku

Kepada para wanita dengarkanlah aku, saudara laki-lakimu

Yang selalu berdiri di tepi perbatasan

Dari dulu hingga sekarang

Sungguh tak pernah aku lihat perempuan yang berjalan tengadah sendirian

Terkecuali jatuh dalam kubangan dan di mangsa anjing-anjing jalanan

Yang jalang dan terus menggonggong

Bukankah kamu yang keluar mencariku

Agar aku menggigitmu di bibirmu, di payudaramu, di selangkanganmu, di jantungmu

Kenapa kau salahkan aku?

Hik..hik…cacian dech loch…!

Sementara para perempuan itu hanya bisa terus menagis

Bersamaku, di sini, di pinggir jalan ini

Sambil terus mensumpah serapah para lelaki yang menggigitnya



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: